Mekanisasi Pemupukan di Kebun Sawit

Berita

Pemupukan merupakan aktivitas uta ma dalam budidaya kelapa sawit terkait perannya dalam pemben – tuk an buah. Kegiatan ini juga terbilang penting mengingat biayanya mencapai 60% dari total biaya operasional. Dalam praktik budidaya kon – vensional, pemupukan dilaku – kan secara manual oleh tenaga kerja manusia. Mereka melaku – kan penaburan pupuk dengan metode Block Manuring System (BMS). Metode ini mengandung beberapa kelemahan, di antaranya sebaran pupuk tidak merata dan dosis kurang tepat meskipun telah menggunakan takaran pupuk. Kurangnya tenaga kerja saat puncak panen juga menjadi ken dala pelaksanaan pemu – puk an manual karena sebagian tenaga kerja akan difokuskan ke panen. Padahal, untuk mencapai kua litas produksi yang baik, pemupukan ha rus dilaksanakan tepat waktu sesuai jadwal rekomendasi.

Keunggulan Cara Mekanis

Mekanisasi pemupukan adalah salah sa – tu cara untuk mengatasi beberapa perma – salahan tersebut. Cara ini menawarkan ke – unggulan biaya per kg pemupukan lebih rendah dibandingkan manual karena te – naga kerja yang diperlukan jauh lebih se – dikit. Efisiensi tenaga kerja untuk pengun – til dan penabur pupuk. Dengan mekani sa – si, pemupukan dapat langsung dilaku kan tanpa melalui proses penguntilan. Selain itu pupuk dapat dipastikan tersebar secara merata, tepat dosis per pohon dan juga tepat waktu. Pemupukan mekanis dapat dilakukan de – ngan dua tipe alat, yaitu Tractor Fertili zer Spreader dan Crawler Fertilizer Spreader. Masing-masing mempunyai keunggulan. Tractor Fertilizer Spreader hanya cocok di te – rapkan di tanah mineral datar.

Namun, traktor yang menarik Fertilizer Spreader bisa dilepas untuk kegiatan lain di per kebunan. Sementara Crawler Fertilizer Spreader (CFS) menawarkan lebih banyak keung gulan, yaitu dapat digunakan di areal mineral dengan kemiringan hingga 45° dan juga di areal gambut karena ground pressure rendah. Ground pressure (daya tekan terhadap tanah atau pemadatan) se besar 18,7 kPa lebih rendah diban dingkan ground pressure mobil sebesar 200 kPa atau manusia sebesar 20-30 kPa. Dengan ground pressure yang rendah, potensi kerusakan akar dapat dihindari. Selain itu CFS juga lebih stabil bila di gu na – kan di areal bergelombang atau ketika ber – hadapan dengan rintangan di da lam blok. Walhasil, pupuk yang berada da lam hopper (tempat pupuk) tidak mudah tumpah.

 

Berita
Mekanisasi Pemupukan di Kebun Sawit Bagian 2

Langkah Pemupukan Pemupukan mekanis dapat terlaksana dengan baik asalkan memenuhi beberapa persyaratan, antara lain kelayakan lahan untuk mekanisasi, kualitas pupuk dan trans portasi pupuk ke lahan serta kesiap – an kebun dalam pemeliharaan alat. Sebelum dilaksanakan kegiatan meka – nis, survei kelayakan lahan sangat diper – lukan untuk memastikan kesiapannya. …

Berita
Pembangunan Pertanian Indonesia Berkelanjutan Bagian 2

Tatakelola Penggunaan Produk Pestisida Stewardship merupakan mata rantai dari suatu siklus menajemen produk. Mata rantai tersebut adalah upaya, tang gung jawab, dan etika dalam me – ngelola produk perlindungan tanaman dari penemuan, pengembangan, dis – tribusi, penggunaan hingga pem – buang an akhir kemasan pestisida. lKampanye Program Pengendalian Hama dan …

Berita
Pembangunan Pertanian Indonesia Berkelanjutan

Pembangunan Pertanian Indonesia Berkelanjutan Sepanjang 2018 CropLife Indone – sia melaksanakan berbagai ke – giatan sebagai perwujudan ko – mit men dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan, utama – nya dengan memperkenalkan teknologi perlindungan tanaman yang aman, efektif dan bijaksana, dalam upayanya membantu menjaga kuantitas dan kualitas hasil pertanian dan …