Mekanisasi Pemupukan di Kebun Sawit Bagian 2

Berita

Langkah Pemupukan

Pemupukan mekanis dapat terlaksana dengan baik asalkan memenuhi beberapa persyaratan, antara lain kelayakan lahan untuk mekanisasi, kualitas pupuk dan trans portasi pupuk ke lahan serta kesiap – an kebun dalam pemeliharaan alat. Sebelum dilaksanakan kegiatan meka – nis, survei kelayakan lahan sangat diper – lukan untuk memastikan kesiapannya. Tanah harus dalam keadaan padat agar aman dilewati alat berat.

Karyawan kebun sebaiknya melakukan pemetaan blok un – tuk menentukan blok yang layak dan ti – dak layak diaplikasi pupuk secara mekanis. Untuk blok yang tidak layak, pemu – pukan tetap dilakukan secara manual. Persiapan lain yang wajib dilakukan adalah transportasi pupuk ke lahan dan Tempat Peletakan Pupuk (TPP). TPP dipilih lokasi yang ker ing agar air tidak merem bes ke dalam karung pupuk. Pupuk yang akan diaplikasikan harus benar-benar ke ring. Ini syarat mutlak keberhasilan pemu puk an mekanis karena pupuk yang lem bap atau basah dapat mengganggu pro ses pengeluarannya dari dalam alat pe mu puk.

Langkah persiapan alat adalah kalibrasi untuk mengetahui setelan (setting) kom – ponen alat yang tepat bagi masing-ma – sing dosis dan jenis pupuk. Kalibrasi ini se – baiknya dilakukan dua kali setahun untuk mengetahui keakuratan dosis yang dike – luarkan oleh alat. Pemupukan mekanis dapat diterapkan ketika tajuk tanaman telah tinggi dan ka – nopi saling menutup dengan sempurna. Bila ketinggian alat pemupukan mekanis 2,5 meter, maka kanopi tanaman harus di atas ketinggian tersebut. Disarankan ke – tika tanaman telah memasuki status menghasilkan (TM).

Lebih Efektif dan Efisien

Kecepatan pemupukan mekanis jelas lebih tinggi ketimbang cara manual. Se – bagai perbandingan, pemupukan mekanis dapat mencapai 40 ha/hari dengan 10 jam kerja efektif. Jam kerja ini melebihi stan dar untuk optimalisasi kegiatan me – kanis. Sementara pemupukan manual ra – ta-rata hanya merampungkan 30 ha/hari dengan sekitar 17 orang penabur yang bekerja selama 8 jam efektif. Dalam hal biaya, pemu puk an mekanis juga lebih menguntung kan daripada pemupukan manual. Biaya pemupukan mekanis mencapai Rp40.725/ha atau Rp142/kg, lebih rendah hampir 65% ketimbang biaya pemupukan manual yang sebesar Rp114.400/ha atau Rp400/kg. Komponen biaya pemupukan manual ada lah tenaga penguntil dan penabur. Se – dangkan komponen biaya pemupukan me – kanis meliputi tenaga pemuat pupuk ke hopper dan owning and operating cost yang mencakup bia ya pembelian alat dan penyu – sut an, gaji ope rator serta biaya suku ca dang dan perawatan

Berita
Mekanisasi Pemupukan di Kebun Sawit

Pemupukan merupakan aktivitas uta ma dalam budidaya kelapa sawit terkait perannya dalam pemben – tuk an buah. Kegiatan ini juga terbilang penting mengingat biayanya mencapai 60% dari total biaya operasional. Dalam praktik budidaya kon – vensional, pemupukan dilaku – kan secara manual oleh tenaga kerja manusia. Mereka melaku – kan …

Berita
Pembangunan Pertanian Indonesia Berkelanjutan Bagian 2

Tatakelola Penggunaan Produk Pestisida Stewardship merupakan mata rantai dari suatu siklus menajemen produk. Mata rantai tersebut adalah upaya, tang gung jawab, dan etika dalam me – ngelola produk perlindungan tanaman dari penemuan, pengembangan, dis – tribusi, penggunaan hingga pem – buang an akhir kemasan pestisida. lKampanye Program Pengendalian Hama dan …

Berita
Pembangunan Pertanian Indonesia Berkelanjutan

Pembangunan Pertanian Indonesia Berkelanjutan Sepanjang 2018 CropLife Indone – sia melaksanakan berbagai ke – giatan sebagai perwujudan ko – mit men dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan, utama – nya dengan memperkenalkan teknologi perlindungan tanaman yang aman, efektif dan bijaksana, dalam upayanya membantu menjaga kuantitas dan kualitas hasil pertanian dan …